Fajar Mulia Menyambut Nakhoda Baru: Simfoni Ucapan Selamat dari Ketua ASWIN Pringsewu
PRINGSEWU – Kala sang surya merunduk menuju ufuk di penghujung tahun, sebuah catatan sejarah baru terukir indah di tanah Pekon Fajar Mulia. Senin, 22 Desember 2025, bukan sekadar tanggal di kalender; ia menjadi saksi bisu atas sebuah perhelatan nurani, yakni Pemilihan Kepala Pekon Pergantian Antar Waktu (PAW) yang berlangsung khidmat dan penuh martabat.
Dalam kontestasi yang dibasuh semangat kekeluargaan tersebut, Eko Adyan Hendra terpilih sebagai nakhoda baru. Melalui bilik suara yang menjadi muara harapan, ia berhasil meraup kepercayaan mayoritas dengan perolehan 248 suara. Angka-angka tersebut adalah titipan doa dari warga yang merindukan pembaruan.
Perhelatan ini menghadirkan tiga putra terbaik daerah sebagai pilihan hati. Di samping Eko, Raysa Pratama Putra (nomor urut 1) mengukir jejak dengan 93 suara, sementara Sukoco (nomor urut 3) berdiri tegap dengan dukungan 213 suara. Meski angka memisahkan perolehan, namun semangat untuk membangun desa tetap menyatukan ketiganya dalam bingkai demokrasi yang sehat.
Kemenangan ini disambut hangat oleh Hayat, Ketua Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kabupaten Pringsewu. Dengan rangkaian kata yang puitis dan mendalam, Hayat memberikan ucapan selamat sekaligus komitmen sinergi yang kokoh.
"Kepemimpinan bukanlah tentang menduduki singgasana, melainkan tentang kesediaan menjadi hamba bagi kepentingan rakyatnya. Selamat kepada Saudara Eko Adyan Hendra. Terpilihnya Anda adalah fajar yang sesungguhnya bagi Pekon Fajar Mulia," ujar Hayat dengan nada takzim.
Lebih lanjut, Hayat menegaskan bahwa lembaga yang dinakhodainya tidak akan menjadi penonton di pinggir jalan pembangunan. Ia menjanjikan sebuah kemitraan yang harmonis antara pers dan pemerintah desa.
"ASWIN Pringsewu siap berdiri sebagai pilar pendukung, bersinergi dalam derap langkah yang seirama untuk menjaga roda pemerintahan tetap berputar di jalur kebenaran. Kami siap mengawal dan berkolaborasi demi memajukan pembangunan di Fajar Mulia, agar kemuliaan desa ini bukan sekadar nama, melainkan realitas yang dirasakan hingga ke pintu-pintu rumah warga," tambahnya.
Kini, setelah riuh rendah suara di kotak pemilihan mereda, babak baru telah dimulai. Rakyat menanti tangan dingin sang nakhoda untuk membawa bahtera Fajar Mulia berlayar menuju samudera kesejahteraan yang lebih luas.








Post a Comment