KETUM DPP PWDPI: KEBEBASAN PERS ADALAH NYAWA DEMOKRASI, TIDAK BOLEH DIKUNCI OLEH SIAPAPUN
JAKARTA (viralpetang.net)— Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, menyampaikan pernyataan sikap tegas, terkait kondisi kebebasan pers di tanah air.
"Kami sejalan sepenuhnya, kebebasan pers adalah nyawanya demokrasi. Pers tidak boleh dijadikan alat kekuasaan, tidak boleh dikebiri suaranya, dan tidak boleh ditakuti oleh siapa pun," tegas M. Nurullah RS pada Selasa (11/8/2026).
Ketum PWDPI menegaskan, setiap upaya menstigmati, mengintimidasi, hingga mengkriminalisasi jurnalis yang menjalankan tugas jurnalistik adalah perbuatan yang merusak fondasi bernegara.
"Menyerang wartawan sama dengan menutup akses rakyat atas kebenaran. Itu adalah pengkhianatan terhadap hak publik," ujarnya.
M. Nurullah RS juga mengajak seluruh elemen bangsa menjaga ruang kebebasan pers tetap terbuka seluas-luasnya.
"Selama wartawan bekerja berdasarkan UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan kebenaran, mereka berhak dilindungi. Bukan justru ditekan, dibungkam, atau diancam," tambahnya.
PWDPI pun berkomitmen terus berdiri di garis depan menjaga kemerdekaan pers, menjaga independensi lembaga pers, serta memperkuat solidaritas antarwartawan di tengah gelombang tekanan yang dinilai semakin mengancam ruang kebebasan berekspresi.
"Kebenaran tidak boleh takluk pada kekuasaan. Selama PWDPI masih berdiri, kami akan terus bersuara, menjaga keberimbangan pemberitaan, dan membela setiap insan pers yang berjuang di jalan kebenaran dan keadilan," pungkas Ketum PWDPI.(Tim PWDPI).








Post a Comment