Bupati Pringsewu Rianto Pamungkas Meninjau Langsung Lokasi Proyek Ruas Jalan Banyumas-Way Kunyir Yang Sempat viral Di Media Sosisal
PRINGSEWU,PAGELARANUTARA - Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas bersama Sekretaris Daerah Andi Purwanto serta jajaran tim teknis melakukan peninjauan langsung lokasi proyek pembangunan Talud Penahan Tanah (TPT) di ruas Jalan Banyumas–Way Kunyir, Kecamatan Pagelaran Utara, Jumat (6/2/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan setelah video yang menunjukkan kondisi talud yang diklaim rapuh menyebar luas dan menjadi sorotan publik di berbagai platform media sosial serta media online.Hasil peninjauan menyatakan bahwa proyek tidak memiliki permasalahan teknis. Masyarakat sekitar yang ditemui di lokasi juga mengakui video viral tersebut tidak berdasar dan hanya menyebabkan kegaduhan yang tidak perlu.
"Enggak apa-apa ini kuat," ujar pak bupati Rianto di lokasi saat peninjauan berlangsung, sambil menunjukkan bagian talud yang menjadi perbincangan.
Warga yang menyaksikan proses perekaman video juga mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut sempat dihentikan sebelum berkembang lebih lanjut.
"Untung bapak ini melarangnya kalau tidak mungkin dibongkar semua," katanya tanpa menyebutkan nama lengkapnya.
Video yang beredar di Facebook memperlihatkan bagian talud di sisi badan jalan, dengan adegan pasangan batu yang tampak mudah terlepas saat disentuh dan diberikan benturan ringan. Dalam rekaman yang dibuat sekitar pukul 19.48 WIB, seseorang dalam video menyatakan,
"Tuh, tuh, tuh pak Bupati lihat, adonan nya kurang ini." Namun diketahui, saat rekaman dilakukan talud baru selesai dipasang pada sore hari dan kondisinya masih basah.Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, diduga pelaku yang melakukan benturan pada talud adalah seorang warga Pekon Pajar Mulya berinisial BH. Sementara orang yang merekam video diduga merupakan oknum aparatur Pekon Madaraya.
"Yang videoin itu bang, diduga oknum aparatur pekon Madaraya dan yang nendangin talud itu seorang warga dari Pekon Pajar Mulya," ucap salah satu warga yang enggan disebutkan nama lengkapnya.
Setelah disebarkan di berbagai platform digital, video tersebut langsung memicu perbincangan hangat di kolom komentar dengan berbagai respon dari masyarakat, sebagian khawatir akan kualitas proyek sementara yang lain menanyakan kebenaran isi video.
Diketahui, proyek pembangunan ruas jalan Banyumas–Way Kunyir dibiayai dari anggaran pemerintah pusat (APBN) Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp48,83 miliar. Lingkup pekerjaan mencakup peningkatan kualitas pengeras jalan, pelebaran badan jalan, penguatan struktur bangunan pendukung, serta penataan sistem drainase untuk mendukung kelancaran lalu lintas dan keamanan pengguna jalan.
Untuk kepentingan pemberitaan lebih lanjut tim media ini akan mengkonfirmasi pekerja dan kakon madaraya, apakan benar aparatur pekonnya terlibat,atas kejadian vidio viral yang sempat membuat resah tersebut, pungkasnya.










Post a Comment