Belum Nampak Pengerjaan! Empat Proyek Strategis Dinas Kesehatan Pringsewu Tahun 2026 Dipertanyakan Publik
PRINGSEWU --- Sorotan tajam kembali tertuju pada kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu. Pasalnya, empat proyek strategis pembangunan fasilitas kesehatan yang telah dianggarkan besar-besaran dalam Tahun Anggaran 2026 dan telah masuk dalam daftar lelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Pringsewu, hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda dimulainya pengerjaan di lapangan. Lambatnya proses pembangunan tersebut pun membuat masyarakat mulai mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Sabtu 8 agustus2026.
Berdasarkan data terkini yang dihimpun, Satuan Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu pada tahun 2026 mengelola sejumlah proyek konstruksi dan peningkatan fasilitas kesehatan yang sangat dinantikan kehadirannya oleh seluruh lapisan masyarakat. Keempat proyek strategis tersebut antara lain:
1. Pembangunan Puskesmas Pringsewu, dengan pagu anggaran mencapai Rp8.463.012.422,28
2. Pembangunan Ruang Cathlab, dengan pagu anggaran sebesar Rp3.208.566.000,00
3. Pembangunan Ruang PICU, dengan pagu anggaran sebesar Rp1.927.183.000,00
4. Pembangunan Ruang Cytotoxic, dengan pagu anggaran sebesar Rp1.217.120.000,00
Secara keseluruhan, total anggaran yang disiapkan untuk keempat proyek strategis tersebut mencapai belasan miliar rupiah, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pringsewu. Nilai anggaran yang sangat besar tersebut sejatinya diharapkan dapat segera diwujudkan menjadi fasilitas kesehatan yang memadai guna meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Pringsewu dan sekitarnya.
Namun sayangnya, hingga memasuki pertengahan tahun 2026, pantauan di sejumlah lokasi yang direncanakan belum menunjukkan adanya aktivitas pembangunan yang nyata. Belum terlihat pemasangan papan proyek, kehadiran alat berat, maupun aktivitas tenaga kerja di lokasi. Padahal, seluruh proyek tersebut sudah tercatat dalam daftar lelang melalui LPSE Kabupaten Pringsewu, yang seharusnya sudah memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.
Lambatnya proses pembangunan keempat proyek strategis ini pun memicu pertanyaan besar dari masyarakat Kabupaten Pringsewu. Warga mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Kesehatan selaku penanggung jawab teknis pelaksanaan program. Masyarakat berhak mengetahui, kendala apa yang sebenarnya terjadi sehingga proyek-proyek yang sangat dibutuhkan warga tersebut belum kunjung berjalan. Apakah terkendala proses administrasi yang berbelit-belit, perencanaan yang belum matang, atau justru ada hal-hal lain yang belum diketahui publik.
Masyarakat pun menuntut agar Kepala Dinas Kesehatan segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai penyebab tertundanya pelaksanaan keempat proyek tersebut. Uang yang dianggarkan adalah uang rakyat, sehingga pelaksanaannya harus transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat berharap proyek-proyek ini segera berjalan dan selesai tepat waktu, agar dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan dan keselamatan kesehatan masyarakat luas.
Apabila dalam waktu dekat belum ada kemajuan yang berarti serta kejelasan yang memuaskan dari pihak terkait, dikhawatirkan keempat proyek strategis ini akan terancam tidak selesai sesuai rencana. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat dan membuang kesempatan berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang merupakan hak dasar setiap warga Kabupaten Pringsewu. Oleh karena itu, Kepala Dinas Kesehatan didesak untuk segera mengambil langkah kongkrit, mempercepat seluruh proses yang tertunda, dan memberikan kepastian waktu pelaksanaan kepada masyarakat.
(Red)










Post a Comment