Header Ads

ViralPetang.Com : Menyajikan Berita yang AKURAT, TERPERCAYA dan BERIMBANG. Dengan berbagai kategori berita pilihan dan terkini.

Ketua PGNI Lampung Ustadz Mas Amiruddin, Yayasan Al-Huda, dan Ken Setiawan Syiar Kebangsaan Cegah Ekstremisme di Gadget


 

Lampung Selatan (viralpetang.net)— Yayasan Al-Huda Syifaul Qolbi menggelar Roadshow Diskusi Kebangsaan dalam rangka refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada Kamis (27/8/2026). Forum yang menaungi lembaga pendidikan MTs dan SMA Assyifa ini digelar bekerja sama dengan Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Lampung serta menghadirkan pendiri NII Crisis Center sekaligus Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT Lampung, Ken Setiawan.

Kegiatan yang diikuti ratusan siswa, guru, dan wali murid tersebut berfokus pada ancaman radikalisme serta ekstremisme yang kian masif menyasar generasi muda melalui ruang digital.

Ketua PGNI Lampung, Ustaz Mas Amiruddin, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menggolongkan syiar kebangsaan secara berkelanjutan demi membentengi masyarakat dari bahaya paham ekstrem. Menurutnya, pergeseran pola propaganda menjadi tantangan besar saat ini.

"Ancaman radikalisme dan terorisme saat ini telah bergeser ke dalam genggaman gadget. Rekrutmen, propaganda, hingga penghasutan kini masif dilakukan melalui platform media sosial seperti WhatsApp, Telegram, Discord, hingga forum anonim," ujar Ustaz Mas Amiruddin.

Ia juga menyoroti fenomena komunitas daring seperti True Crime Community (TCC) yang mengagumi kejahatan ekstrem dan ideologi kekerasan. Tercatat sebanyak 70 anak berusia 11–18 tahun telah diamankan aparat karena terafiliasi dengan komunitas tersebut.

"Mayoritas dari mereka yang terafiliasi TCC adalah korban perundungan atau masalah keluarga dan korban pergaulan yang salah yang mencari pelarian di ruang digital, lalu terprovokasi melakukan aksi kekerasan," jelasnya.

Oleh karena itu, Ustaz Mas Amiruddin mendorong para orang tua dan guru untuk mengenali perubahan perilaku anak sejak dini serta membangun komunikasi yang terbuka agar anak memiliki ruang aman untuk bercerita.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Huda Syifaul Qolbi, Ahmad Syarmin, menyampaikan bahwa forum ini digelar melihat maraknya fenomena anak dan remaja yang terpapar berbagai paham ekstrem. Tercatat ada 112 anak terverifikasi terpapar paham radikalisme dan diamankan aparat karena diduga terlibat jaringan terorisme di sejumlah daerah, termasuk Lampung.

"Kami sengaja mengundang Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan. Beliau mantan pelaku yang telah insyaf, sehingga dapat membagikan pengalaman nyata saat terpapar doktrin radikal hingga akhirnya tersadar dan berubah menjadi moderat," kata Ahmad.

Ahmad menambahkan, kegiatan ini juga melibatkan aparat keamanan setempat seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa sebagai bentuk sinergitas antara sekolah, keluarga, dan aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan dini.

Acara diskusi kebangsaan yang dimoderatori oleh Ustadz Amrulloh dari Kementerian Agama ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta pembagian buku cetak berjudul Tuhan Kita Sama dan versi buku elektronik oleh Ken Setiawan kepada para peserta.

Tidak ada komentar

Tulis Komentar Anda yang Baik & Sopan

download aplikasi indospace.net

Download MerchantSpace, Dapatkan Lebih Banyak Pelanggan Dengan Memajang Item Produk Toko/Resto di Aplikas MerchantSpace, Instal sekarng Juga!