Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Drs. Sumarto, M.Si.,Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Krakatau 2026
VIRALPETANG.NET (26/10/2026)
BANDAR LAMPUNG — Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Drs. Sumarto, M.Si., memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Krakatau 2026 di Polda Lampung, Senin (26/10/2026). Apel tersebut menjadi momentum untuk mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
Dalam amanatnya, Kapolda Lampung yang di wakil Wakapolda Lampung menekankan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau bukan sekadar kegiatan penegakan hukum, melainkan upaya nyata untuk menekan angka kecelakaan serta mewujudkan keamanan dan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.
Ia menyoroti data kecelakaan lalu lintas yang menjadi perhatian serius, yakni 464 korban meninggal dunia, 1.444 korban luka berat, dan 1.606 korban luka ringan. Selain itu, tercatat sebanyak 303 pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara kendaraan roda dua.
Data tersebut menjadi peringatan bahwa persoalan lalu lintas tidak dapat dipandang sebelah mata. Di balik setiap angka kecelakaan, terdapat keselamatan dan nyawa manusia yang harus dilindungi.
Wakapolda juga menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Lampung, yang berdasarkan data yang disampaikan dalam amanatnya disebut sebagai salah satu wilayah dengan angka kecelakaan tertinggi di Indonesia. Kondisi ini membutuhkan perhatian dan langkah nyata dari seluruh pihak, baik kepolisian, pemerintah, maupun masyarakat.
Perhatian khusus turut diarahkan kepada kelompok usia 15 hingga 18 tahun yang rentan terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya kecelakaan dan pentingnya mematuhi aturan berkendara perlu terus ditingkatkan, terutama di kalangan remaja dan lingkungan pendidikan.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, upaya penyadaran terhadap keselamatan berlalu lintas diharapkan dapat menjangkau pelajar secara lebih luas. Edukasi sejak dini dinilai penting untuk membentuk karakter generasi muda yang disiplin, memahami risiko berkendara, serta memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Operasi Patuh Krakatau 2026 dilaksanakan selama 14 hari. Dalam kurun waktu tersebut, personel diharapkan mengedepankan langkah edukatif dan preventif, disertai penegakan hukum secara profesional dan proporsional terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Penyematan pita tanda operasi kepada empat perwakilan dalam apel tersebut menjadi simbol kesiapan personel untuk menjalankan tugas. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.
Wakapolda Lampung mengingatkan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat serta berkurangnya angka kecelakaan dan korban jiwa.
Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung berharap masyarakat semakin memahami bahwa kepatuhan berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama. Sebab, keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan komitmen seluruh pengguna jalan untuk menjaga nyawa manusia.(*/hn)









Post a Comment