Header Ads

ViralPetang.Com : Menyajikan Berita yang AKURAT, TERPERCAYA dan BERIMBANG. Dengan berbagai kategori berita pilihan dan terkini.

Dukung Program Ketahanan Pangan, Warga Binaan Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus Tanam Sayur

 Tanggamus, Lampung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, terus berinovasi dalam pembinaan warga binaan.



Salah satunya dengan memberikan pelatihan di bidang pertanian dan peternakan guna mendukung program Ketahanan Pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.


Dalam program ini, warga binaan diberikan keterampilan bercocok tanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung, terong, sawi putih, serta tanaman umbi-umbian. Selain itu, mereka juga dibekali pelatihan beternak unggas.


Salah satu warga binaan, Sukadi, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini.



“Selama di Lapas, saya belajar bercocok tanam dan beternak. Sekarang saya bisa menanam jagung, terong, kangkung, bahkan belajar beternak unggas. Ilmu ini sangat berguna ketika saya bebas nanti, semoga bisa bermanfaat bagi keluarga saya,” ujar Sukadi kepada,Viralpetang.com


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Kota Agung, Andi Gunawan, melalui Kasi Binadik/Giatja, Ardeli P. Coriaqzo mengatakan bahwa program pembinaan pertanian ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.



“Lapas Kota Agung memiliki kebun kangkung, terong, sawi putih, serta uji coba budidaya ubi di luar Lapas karena kontur tanahnya yang subur. Harapannya, hasil panen ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan pangan, bahkan masyarakat luar juga dapat merasakan manfaatnya,” jelas Ardeli.


Ia menyebut, Lapas Kota Agung memiliki lahan sekitar 3.000 meter persegi di luar Lapas dan 2.000 meter persegi di dalam area Lapas, sehingga total lahan pertanian yang dikelola mencapai setengah hektar.



“Sejak Januari hingga Maret 2025, sayuran dan terong yang ditanam di Lapas sudah dipanen sebanyak enam kali,” ujarnya.


Namun, dalam perjalanannya, program ini juga menghadapi tantangan. Ardeli mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mengalami kegagalan saat menanam cabai.


“Kami sudah tiga kali mencoba menanam cabai, tetapi selalu gagal karena faktor cuaca dan kontur tanah yang tidak mendukung,” kata Ardeli.



Ia menambahkan, untuk hasil panen, sebagian dijadikan modal awal untuk membeli bibit dan pestisida, sebagian lagi disetorkan ke Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta diberikan dalam bentuk premi kepada warga binaan yang terlibat dalam program perkebunan.


Program ketahanan pangan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas ekonomi melalui rantai distribusi pangan.


Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga binaan memiliki keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas nanti, sehingga dapat mandiri secara ekonomi dan kembali berkontribusi kepada masyarakat. 


(Hayat)

Tidak ada komentar

Tulis Komentar Anda yang Baik & Sopan

download aplikasi indospace.net

Download MerchantSpace, Dapatkan Lebih Banyak Pelanggan Dengan Memajang Item Produk Toko/Resto di Aplikas MerchantSpace, Instal sekarng Juga!