Header Ads

ViralPetang.Com : Menyajikan Berita yang AKURAT, TERPERCAYA dan BERIMBANG. Dengan berbagai kategori berita pilihan dan terkini.

ALUN Lampung peringatkan antisipasi bencana alam

 


-- Bandar Lampung (viralpetang.net),Berita bencana banjir bandang yang beberapa hari ini kita lihat, baik di tv atau media sosial, kita disuguhi betapa kerusakan alam, penggundulan hutan, dan juga penambangan liar menyebabkan bencana luar biasa yang menimpa masyarakat terdekat dengan hutan kawasan. Rumah-rumah yang tenggelam, bukit yang longsor, dan air bah yang membawa hanyut kayu-kayu yang sudah dipotong rapih membuka semua bukti bahwa  penghijauan dan penanaman hutan hanya menjadi slogan kosong, tanpa bukti nyata dan penuh dengan berita kebohongan.


Menyikapi bencana banjir yang terjadi di Sibolga Tapanuli (Sumatera Utara), Aceh, Kuto Ampat, Padang-Padang Panjang (Sumatera Barat) dan beberapa daerah lain di Indonesia, APRESIASI LINGKUNGAN DAN HUTAN INDONESIA (ALUN) Provinsi Lampung mengingatkan pemerintah daerah Provinsi Lampung segera mengambil langkah strategis untuk melakukan deteksi dini pencegahan dan antisipasi bencana banjir dan longsor yang akan terjadi di seluruh daerah Lampung.


Berdasarkan observasi dan olah data yang dilakukan oleh Tim APRESIASI LINGKUNGAN DAN HUTAN INDONESIA (ALUN) Provinsi Lampung berdasarkan data dari TPSA DPPT, Provinsi Lampung menyimpan potensi bencana longsor tinggi, berdasarkan luasan km2, yaitu:

1. Lampung Barat 192,05 km2 (0,50%)

2. Way Kanan 40,01 km2 (0,11 %)

3. Tanggamus 168,07 km2 (0,47 %)

4. Lampung Utara 30,53 km2 (0,08 %)

5. Lampung Tengah 11,33 km2 (0,03 %)

6. Lampung Selatan 128,44.km2 (0,36 %)

7.  Tulangbawang 8,76 km2 (0,02 %)

8.  Bandar Lampung 26,38 km2 (0,07 %)

9.  Lampung Timur 15,64 km2 (0,06 %)

(Suryana Prawiradisastra, Peneliti Madya PTLWB-TPSA BPPT).


Berdasarkan data di atas disandingkan dengan tingkat perluasan pembangunan perumahan, perkebunan, pertanian dan perambahan hutan yang semakin meningkat di Lampung yang tidak sejalan dengan program forestisasi (penghutanan) kembali hutan kawasan dan daerah penyangganya, baik yang ada di daerah kabupaten dan di kota Bandar Lampung, seharusnya menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota di Lampung.


Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Istilah itu sangat relevan hingga saat ini, jika kita bicara tentang antisipasi dampak bencana. Pemerintah Daerah dan masyarakat harus didorong untuk lebih peduli tentang penghijauan bukit-bukit penyangga hutan dan air di wilayah kota Bandarlampung, normalisasi kembali hutan rakyat dan forestisasi TNBBS agar tidak menimbulkan bencana banjir dan longsor yang menyengsarakan seluruh masyarakat.


Semua pihak harus peduli, tidak ada lagi ruang negosiasi jika kita tidak mau merasakan dampak seperti bencana banjir di Sibolga Sumatera Utara, Aceh atau Koto Ampat, Padang-Panjang, Sumatera Barat yang menyisakan keaengsaraan karena menimbulkan korban jiwa, rusaknya pemukiman dan hilangnya harta benda. Oleh karena itu, APRESIASI LINGKUNGAN DAN HUTAN INDONESIA (ALUN) Provinsi Lampung meminta peran aktif pemerintah daerah Lampung dan seluruh elemen masyarakat untuk serius mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor yang mungkin kembali terjadi di daerah Lampung. Terutama untuk program dan target kerja pencegahan bencana (forestisasi) di tahun-tahun mendatang.(*)

Tidak ada komentar

Tulis Komentar Anda yang Baik & Sopan

download aplikasi indospace.net

Download MerchantSpace, Dapatkan Lebih Banyak Pelanggan Dengan Memajang Item Produk Toko/Resto di Aplikas MerchantSpace, Instal sekarng Juga!