Merajut Simfoni di Meja Berbuka: Sinergi Transparan Pemerintah Pringsewu dan Insan Pers
PRINGSEWU – Di ambang senja yang merona di Bumi Jejama Secancanan, sebuah momentum penting bagi perjalanan demokrasi daerah segera terukir. Menjelang peringatan satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu, jembatan komunikasi antara pemerintah dan penyambung lidah rakyat kini semakin diperkokoh.
Satu Tahun Khidmat, Satu Meja dalam Berkat
Momentum buka puasa bersama ini sekaligus menjadi penanda genapnya satu tahun pengabdian Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu. Pemerintah Kabupaten melalui Sekretariat Daerah mengundang seluruh pimpinan dan redaksi lembaga pers untuk hadir pada pukul 18.00 WIB, bukan sekadar untuk membatalkan dahaga, melainkan untuk menyatukan visi yang lebih besar bagi kemajuan daerah.
Hayat, Ketua DPC ASWIN (Asosiasi Wartawan Independen) kabupaten Pringsewu, mengawali refleksi ini dengan memberikan apresiasi mendalam terhadap keterbukaan ruang diskusi yang dibangun oleh pemerintah daerah.
"Pertemuan di meja berbuka nanti adalah simbol bahwa komunikasi tidak boleh buntu. Kami mengapresiasi keterbukaan pemerintah daerah yang merangkul insan pers untuk duduk bersama. Ini adalah bentuk sinergi yang transparan, di mana informasi mengalir bukan untuk menutupi celah, tapi untuk membangun daerah dengan cara yang lebih informatif dan edukatif bagi masyarakat," ungkap Hayat.
Bagi Hayat, undangan silaturahmi yang digelar pada Jumat, 20 Februari 2026 di Graha Pamungkas ini merupakan langkah santun untuk meluruhkan sekat protokol melalui kehangatan komunikasi. Namun, di balik apresiasi tersebut, ia tetap menegaskan marwah jurnalisme yang tak tergoyahkan.
Pilar Keempat: Antara Dukungan dan Kontrol Sosial
Dalam pernyataan lanjutannya, Hayat Ketua DPC ASWIN kabupaten Pringsewu mengingatkan bahwa kedekatan emosional dalam silaturahmi tidak akan mengurangi daya kritis para pemburu berita.
"ASWIN akan selalu berdiri tegak untuk mendukung setiap program pemerintah yang bermuara pada kesejahteraan rakyat. Namun, dukungan ini tidak melunturkan jati diri kami sebagai kontrol sosial yang independen dan profesional. Sebagai pilar keempat demokrasi, kami hadir untuk memastikan bahwa setiap kebijakan tetap berada di rel yang benar melalui goresan tinta yang jujur," tegasnya dengan penuh khidmat.
Kehadiran insan pers diharapkan mampu memperkuat akselerasi pembangunan yang transparan dan informatif. Sebagaimana pesan yang tersirat dalam setiap goresan pena, Pringsewu masa depan adalah Pringsewu yang dibangun dengan keterbukaan.








Post a Comment