DPD ASWIN : "Banjir Bandar Lampung Butuh Solusi , Bukan Saling Mencaci"
BANDAR LAMPUNG – Musibah banjir yang kembali merendam sejumlah titik di Kota Bandar Lampung pada 6 Maret 2026 memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Menanggapi situasi tersebut,DPD Asosiasi Wartawan internasional (ASWIN) provinsi Lampung,Yudha Saputra, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk mengedepankan kolaborasi ketimbang konfrontasi.
Dalam keterangannya,Yudha menekankan bahwa menyalahkan keadaan atau pihak tertentu tidak akan menyurutkan air yang masuk ke rumah warga. Sebaliknya, energi masyarakat harus dialihkan untuk merumuskan langkah taktis dan jangka panjang.
Mengedepankan Politik Solusi
"Saat ini masyarakat sedang kesulitan. Kita hadir bukan untuk menambah gaduh dengan saling mencaci di media sosial atau forum publik.
DPD (ASWIN) memandang bahwa banjir ini adalah panggilan bagi kita semua untuk mencari solusi kolektif," ujar Yudha Saputra saat meninjau salah satu lokasi terdampak.
Menurutnya, masalah banjir di Bandar Lampung yang bersifat tahunan memerlukan keberanian untuk mengevaluasi infrastruktur secara menyeluruh.
Rekomendasi Strategis DPD (ASWIN) Provinsi Lampung
Yudha Saputra,menawarkan lima poin utama yang dianggap sebagai jalan keluar permanen bagi permasalahan banjir di "Kota Tapis Berseri":
Yang Pertama Restorasi dan Normalisasi Sungai: Pengerukan sedimen dan pembersihan hambatan di aliran sungai utama seperti Way Belau dan Way Halim harus menjadi agenda rutin, bukan sekadar respons saat banjir tiba.
Kedua Audit dan Revitalisasi Drainase: Memastikan seluruh saluran air di pusat kota terintegrasi dengan baik dan bebas dari sumbatan sampah.
Ketiga Pembangunan Kolam Retensi (Parkir Air): Perlunya memperbanyak embung di wilayah dataran tinggi agar air hujan tidak langsung terjun bebas ke pemukiman warga di dataran rendah.
Ke Empat, Proteksi Kawasan Hijau Perbukitan: Memperketat izin pembangunan di area resapan air seperti perbukitan Kemiling dan Sukamenanti untuk mencegah erosi dan banjir lumpur.
Ke Lima, Pemanfaatan Teknologi Pintu Air: Di wilayah pesisir, penggunaan pintu air otomatis dan pompa kapasitas besar diperlukan untuk menghalau banjir rob saat pasang laut terjadi.
"Ajakan Beraksi Bersama DPD (ASWIN) Provinsi Lampung juga mengingatkan bahwa peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci. Ia berharap semangat "Gerakan Anti Nganggur" juga bisa diimplementasikan dalam aksi-aksi sosial lingkungan, seperti gotong royong massal pembersihan drainase.
"Mari kita tunjukkan bahwa warga Bandar Lampung adalah masyarakat yang cerdas dan tangguh. Kita selesaikan masalah ini dengan kerja nyata. Pemerintah bergerak dengan kebijakan dan infrastruktur, kita sebagai masyarakat mendukung dengan menjaga lingkungan," tutup Yudha.








Post a Comment