DPD-BASMI Lampung Urai Beberapa Indikasi di Dinas Kesehatan Tubaba
Viral Petang News,
Tubaba,--Sejumlah penggunaan anggaran pembangunan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) nampaknya mulai menunjukan adanya permasalahan. Kamis, 17-Februari-2022.
Setelah sebelumnya ada dugaan permasalahan pada kegiatan rehabilitasi sedang Puskesmas PONED suka jaya kecamatan Gunung Agung dengan nilai pagu 299 juta rupiah yang diperuntukan hanya untuk pemasangan keramik 40 kotak, pemasangan plafon diruang pelayanan, dan cat, kini dugaan permasalahan lain mulai bermunculan.
Diantaranya pembuatan Kawasan tempat merokok (KTR) dengan nilai pagu 100 juta rupiah pada tahun anggaran 2020 yang hingga kini tidak berfungsi dan terkesan hanya membuang-buang anggaran saja.
Bagaimana tidak, KTR yang sudah dibangun menggunakan dana APBD itu terkunci dan tidak pernah digunakan sama sekali.
Bukan hanya itu saja, permasalahan lain juga ada pada pengelolaan limbah medis padat disetiap puskesmas PONED, meskipun sebagian besar sudah ada alat pemusnahan limbah medis padat sendiri justru saat ini sebagian besar Puskesmas PONED menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan pemusnahan limbah medis padat yang di bawa keluar daerah.
Hal itu tentunya menimbulkan pertanyaan untuk sejumlah pihak dan terkesan hanya menghabiskan dana untuk pengadaan alat pemusnah limbah medis padat tersebut.
"Kita diamati anggaran Dinas kesehatan Kabupaten Tubaba ini aneh dan tidak masuk akal, kemarin untuk rehabilitasi sedang Puskesmas PONED suka jaya kecamatan Gunung agung senilai 299 juta rupiah hanya untuk rehab keramik sebanyak 40 kotak, pemasangan plafon diruang pelayanan, dan cat. Kali ini muncul lagi untuk KTR menghabiskan anggaran ratusan juta juga tapi tidak difungsikan dan tidak ada dari segi manfaatnya,"Hamdani Ketua LSM-Basmi Provinsi Lampung melalui Via selulernya pada Kamis, 17-Februari-2022.
Lebih aneh lagi, tambah Hamdani, terkait limbah medis padat yang diketahui melibatkan pihak ketiga dalam kegiatan pemusnahan limbah medis padat, padahal sebagian besar Puskesmas PONED memiliki alat untuk pemusnahan limbah medis padat tersebut.
"Jelas hal semacam ini terkesan aneh, kenapa harus melibatkan pihak ketiga jika kita punya alatnya sendiri?,"Bebernya
Dari kejadian itu, dirinya menduga masih banyak lagi anggaran Dinas kesehatan Kabupaten Tubaba yang diduga bermasalah, untuk itu dirinya meminta Pihak-pihak terkait dapat menindaklanjuti dan mengambil sikap terkait sejumlah anggaran di Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba tersebut.
"Dari informasi dasar tersebut harusnya bisa menjadi bahan evaluasi kembali, mengingat saat ini menjelang habisnya masa jabatan Bupati Tubaba Umar Ahmad, jangan sampai nantinya menimbulkan kesan yang tidak baik,"Tegasnya. (Sul)







Post a Comment