Dukung Jembatan Merah Putih, HIPMI Lamtim Desak Pusat Segera Realisasikan Anggaran Jembatan Permanen
LAMPUNG TIMUR – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lampung Timur menyambut positif langkah taktis Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, yang merespons cepat viralnya video pelajar menaiki perahu dengan mengusulkan pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur.
Sekretaris Umum BPC HIPMI Lampung Timur, Yuki Akbar, menilai inisiatif bupati tersebut merupakan solusi yang sangat dibutuhkan saat ini. Dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (1/2/2026), Yuki menekankan pentingnya langkah tersebut.
"Langkah Bupati Ela mengusulkan Jembatan Merah Putih adalah respons cepat yang sangat kami apresiasi demi keselamatan warga. Ini bukan sekadar bangunan fisik sementara, melainkan upaya darurat menyelamatkan akses pendidikan dan nyawa anak-anak kita yang tidak bisa ditunda, sembari kita terus berjuang mengejar realisasi jembatan permanen di pusat," ujar Yuki.
Namun, HIPMI menegaskan bahwa dukungan ini harus dibarengi dengan tekanan kuat kepada Pemerintah Pusat. Urgensi jembatan permanen di lokasi tersebut bukan sekadar untuk merespons berita yang sedang viral, melainkan kunci utama untuk membuka potensi ekonomi daerah yang selama ini terhambat.
Berdasarkan kajian HIPMI, ketiadaan jembatan permanen menciptakan ekonomi biaya tinggi bagi distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari Way Bungur. Tanpa infrastruktur yang memadai, jalur distribusi harus memutar jauh, yang pada akhirnya memangkas keuntungan petani dan pelaku UMKM lokal secara signifikan.Yuki juga menyoroti realitas keuangan daerah yang tidak memungkinkan untuk menanggung beban pembangunan jembatan permanen sendirian. Dengan proyeksi kemampuan APBD yang terbatas dibandingkan kebutuhan dana pembangunan jembatan permanen yang besar, intervensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah hal mutlak.
"Kapasitas anggaran daerah sangat terbatas untuk membiayai infrastruktur sebesar ini sendirian. Pemerintah Pusat harus melihat ini sebagai prioritas mendesak, jangan biarkan daerah berjuang sendiri sementara dampak ekonomi dari jembatan ini sangat nyata untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat di Way Bungur dan sekitarnya," tegas Yuki.
Menutup pernyataannya, HIPMI meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk segera merealisasikan anggaran jembatan permanen yang usulannya sudah lama diajukan tersebut. HIPMI Lampung Timur berkomitmen untuk terus mengawal isu ini, memastikan aspirasi masyarakat Way Bungur terwujud dalam bentuk infrastruktur permanen yang layak. ( HYT)









Post a Comment