Konfirmasi DPC LSM Trinusa : Jawaban Pihak Kejari Dinilai Kurang Memuaskan, Trinusa Ancam Aksi Lebih Besar
PRINGSEWU – Ketua DPC LSM Trinusa Pringsewu, Abdul Manaf, memberikan penjelasan rinci kepada awak media terkait komunikasi terbarunya dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu mengenai laporan dugaan penyimpangan anggaran Sekretariat DPRD Tahun Anggaran 2025 yang nilainya mencapai Rp.12 miliar lebih.
Abdul Manaf mengaku sudah berinisiatif menanyakan langsung perkembangan penanganan laporan tersebut kepada Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Pringsewu melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Namun, jawaban yang diterimanya dinilai tidak memuaskan dan belum memberikan kepastian hukum yang diharapkan.
“Saya sudah hubungi dan tanya langsung ke Kasi Intel. Jawabannya hanya, 'Sabar Pak, tentu laporan Bapak akan kami proses, tapi kami mau lihat kelengkapannya dulu'. Itu saja, tidak ada penjelasan lebih lanjut atau kepastian kapan akan ditindaklanjuti,” ungkap Abdul Manaf, Selasa (26/5/2026).
Menanggapi alasan soal kelengkapan berkas, Abdul Manaf menegaskan bahwa dokumen yang diserahkan ke Kejari bersamaan aksi damai tanggal 21 Mei lalu sudah lengkap, terperinci, dan dilengkapi seluruh bukti pendukung yang diperlukan. Menurutnya, langkah selanjutnya seharusnya adalah kerja sama teknis antara penegak hukum dengan lembaga pemeriksa keuangan negara.
“Kami serahkan itu sudah lengkap semua, ada data, ada bukti, ada dokumen pendukung. Tinggal pihak Kejari bergerak dan bekerja sama dengan lembaga berwenang seperti BPK Perwakilan Lampung maupun Inspektorat Daerah untuk memverifikasi hitungan dan kerugian negaranya. Tidak ada alasan untuk menunda dengan alasan belum lengkap,” tegasnya.
Karena belum ada perkembangan berarti, Abdul Manaf kembali menegaskan peringatan keras kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Ia mengingatkan agar tidak ada sikap lemah, ragu-ragu, atau terkesan tebang pilih dalam menangani kasus yang menyangkut uang rakyat dalam jumlah sangat besar ini.
“Jangan sampai pihak APH dinilai lemah, apalagi ada kesan tebang pilih. Kalau sampai laporan ini tidak ditanggapi, atau prosesnya berjalan sangat lamban dan berlarut-larut tanpa kejelasan, kami tidak akan diam. Kami akan turun kembali ke jalan, menggelar unjuk rasa gelombang kedua dengan membawa massa yang jauh lebih besar dan lebih luas jangkauannya,” ancam Abdul Manaf dengan nada tegas.
Pihaknya berharap peringatan ini menjadi perhatian serius. Trinusa menegaskan akan terus mengawal kasus ini sampai terbukti ada kerugian negara dan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum, atau sampai ada penjelasan transparan kami pastikan akan mengawal poresesnya tutup abdul manaf.
[Hayat]








Post a Comment